Jumat, 11 Maret 2016

SERBA-SERBI

Ini Fakta Menarik Bagi Kamu yang Tak Pernah Ganti Nomor HP Selama 5 Tahun

Sebagian orang memiliki nomor ponsel cantik menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Tak heran, orang mau membayar lebih untuk memiliki nomor ponsel cantik.
Namun, ada juga orang yang tak pernah ganti nomor ponsel dalam waktu lama.
Sebuah survei di lakukan di beberapa negara, antara lain China,Inggris, Amerika dan Korea Selatan.
Surve tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa mereka yang tidak mengganti nomor handphone selama 5 tahun, maka orang itu tergolong orang yang dapat dipercayai.
Mau atau alasannya kenapa?
Yuk simak 5 fakta menarik bagi kamu yang tak pernah ganti nomor handphone selama 5 tahun.
1. Setia
Bagi kamu yang tak pernah mengganti nomor handphone selama 5 tahun, sudah pasti kamu termasuk orang setia.
Dengan kata lain, jika kamu memiliki sesuatu entah itu barang ataupun pasangan, kamu akan bertahan lama. Meski di luar sana banyak pilihan yang lebih menarik.
2. Suka Bernostalgia
Fakta menarik kedua adalah kamu tergolong orang yang suka bernostalgia. Sebab, kamu masih berharap para sahabat yang telah lama menghilang karena alasan pekerjaan, pendidikan dan lain-lain akan dapat menghubungimu suatu saat nanti.
3. Tidak Punya Masalah dengan Orang Lain
Ini fakta paling masuk akal. Kita kerap mendengar jika orang yang hobi ganti-ganti nomor handphone termasuk orang yang bermasalah entah itu masalah hutang, masalah cinta, dan lain-lain.
Begitu pula sebaliknya. Jika kamu tidak punya masalah dengan orang lain, untuk apa mengganti nomor handphone.
4. Tidak Punya Hutang
Seperti yang dibahas pada poin sebelumnya, orang yang tidak punya hutang pada orang lain pasti tak akan mau mengganti nomor handphonenya.
Coba kalau dia punya hutang, pasti dia akan memilih menghindar supaya tak di telpon ataupun di kejar-kejar oleh penagih hutang tersebut.
5. Suka Menolong Orang Lain
Terakhir, kamu yang tak pernah ganti nomor handphone selama 5 tahun masuk dalam kategori orang yang suka menolong.
Pasalnya, kamu siap di telpon siapa saja, kapan saja untuk di mintai pertolongan dalam bentuk apapun. Kamu pun tak akan merasa direpotkan oleh orang lain yang sewaktu-waktu meminta bantuanmu.
Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

SENAM

Serasa diteror dengan gaya hidup sehat yang sedang gencar-gencarnya dikampanyekan, pernah merasa terbebani nggak sih, Ladies, karena kamu melalui hari-hari tanpa sedikit pun olahraga? Memang sih, kita masih berjalan, naik turun tangga, dan kadang berlari, tapi itu dirasa masih kurang. 
Saat pagi kita habiskan dengan tidur-tiduran di kasur, orang lain sudah berpeluh keringat sehabis berolahraga. Ngomong-ngomong soal kasur,bagaimana jika kita melakukan olahraga dari atas kasur saja? Bisa kok.Kata Denise Harris, /NASM-PT,/ dalam pilates, ada gerakan yang sangat bermanfaat untuk perut, dan bisa dilakukan dari atas tempat tidur,seperti yang dilansir /Prevention.com/. Mau tahu bagaimana caranya?
*Single Leg Stretch
Pertama, ambil posisi berbaring di atas tempat tidur, dengan posisi pantat mendekati bagian pinggir tempat tidur. Angkat satu kaki keatas dan tekuk lutut hingga pantat hampir menyentuh perut. Angkat kaki yang lain dan biarkan mengambang di udara. Saat kaki kiri ditekuk, posisikan tangan kiri menekuk menyentuh lutut dan tangan kanan lurus menyentuh betis. Hembuskan nafas perlahan saat kaki diluruskan, setelah ditahan selama 4 detik, dan lakukan posisi serupa pada kaki yang lain.Lakukan gerakan ini sebanyak 2 hingga 3 set, dengan 10 hingga 12kali pengulangan pada masing-masing kaki dalam setiap set.
* Double Leg Stretch
Berbaring dengan posisi pantat dekat dengan bagian pinggir tempat tidur. Angkat kaki dengan lutut ditekuk, dan posisikan tangan terbuka di samping tubuh. Angkat lagi kaki, hingga paha menyentuh perut, dan posisikan tangan memegang kaki. Kaki kembali ke posisi terangkat dengan lutut ditekuk, sementara tangan digerakkan ke atas.Luruskan kaki mengambang di atas lantai, dan tangan terangkat diatas kepala. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 hingga 12 kali, atau lakukan selama 30 detik.
*Scissors
Berbaring dengan posisi pantat di pinggir tempat tidur. Posisikan badan setengah terangkat, sambil gerakkan satu kaki ke atas, sampai mendekati kepala, dan tahan dengan tangan. Lepaskan kaki, sambil hembuskan nafas perlahan, lalu angkat kaki yang lain. Lepaskan kaki tersebut sambil menarik nafas, lalu angkat kaki yang lain. Lakukan terus menerus seperti itu, dengan 10 hingga 12 kali pengulangan untuk masing-masing kaki.
*Leg Drop
Berbaring dengan posisi pantat di pinggir tempat tidur. Angkat kaki lurus ke atas, dengan tangan diposisikan di kedua sisi tubuh.Turunkan kaki perlahan-lahan hingga membentuk sudut 45 derajat darilantai, tahan sebentar, dan angkat kembali ke atas. Lakukan gerakan ini 2 hingga 3 set, dengan 10 hingga 12 kali pengulangan tiap set.Mudah dan bisa banget kamu coba praktekkan di rumah, kan, Ladies? Jika pagi hari terlalu sibuk dan tidak ada waktu untuk melakukannya, kamu bisa coba gerakan ini saat malam hari atau istirahat siang.
 Semoga berhasil mengecilkan perut ya...

Minggu, 06 Maret 2016

DEMAM ( VISTANAYA OCHA )

PATOFISIOLOGI DEMAM



Suhu tubuh diregulasi oleh suatu inti dalam hipotalamus anterior yang berfungsi sebagai termostat yang mengendalikan keseimbangan antara produksi dan kehilangan panas. Demam berkembang bila termostat digeser ke set yang lebih tinggi.
Untuk tubuh mencapai suatu suhu lebih tinggi kehilangan panas melalui kulit dikurangi dengan vasokonstriksi, sehingga dalam waktu singkat, sewaktu suhu meningkat, kulit secara paradoks menjadi dingin. Saat pergeseran ini, secara klinis terlihat sebagai gemetar, yang artinya suhu lingkungan mendadak diterjemahkan sebagai dingin.
IL-1, IL-6 dan TNF adalah mediator-mediator penting dari reaksi ini. Sitokin-sitokin ini dihasilkan oleh leukosit dan jenis sel lain dalam respon terhadap organisme infeksi atau reaksi-reaksi imunologis dan toksik, yang dilepaskan dalam sirkulasi. IL-1 dan IL-6 mempunyai efek yang sama dalam menghasilkan reaksi fase akut, keduanya menghasilkan demam melalui interaksi dengan reseptor-reseptor vaskuler dalam pusat termoregulator dari hipotalamus dengan aksi langsung dari sitokin atau lebih cenderung melalui induksi produksi prostaglandin lokal (PGE), informasi ini kemudian ditransmisi dari hipotalamus anterior ke posterior ke pusat vasomotor, menyebabkan stimulasi saraf simpatis, vasokonstriksi pembuluh-pembuluh kulit, mengurangi perspirasi dan timbul panas demam. Pirogen endogen yang diketahui mencakup TNF, IL-1 dan IL-6. Mereka dilepaskan oleh monosit/makrofag dan sel-sel inang yang lain dalam respons terhadap mikroba dan stimulasi pirogen lain. Aspirin melawan demam dangan melalui inhibisi siklooksigenasi dalam hipotalamus. TNF juga menstimulasi pusat hipotalamus secara langsung.




Apakah demam itu ada manfaatnya? Setiap otang yang menderita radang tenggorokan atau infeksi saluran nafas akan mengalami manifestasi radang akut. Demam adalah satu dari manifestasi yang paling menonjol, terutama bila bersamaan dengan infeksi. Bakteriemia biasanya menginduksi demam dengan meningkatnya suhu secara dramatik, menghasilkan apa yang disebut ‘spike’ pada grafik suhu. Orang menggigil kuat dapat dilihat pada mereka yang mendapat serangan flu atau malaria. Wagner-Jauregg pada tahun 1927mendapat hadiah nobel untuk metode pengobatan neurosifilis dengan menimbulkan demam tinggi melalui malaria. Dasar idenya adalah spiroketa akan mati pada suhu 41C. Ada beberapa strain pneumokokus yang mati pada suhu sekitar 40C. Fakta-fakta ini memberikan kesetujuan untuk efek yang berfaedah dari demam pada infeksi. Di samping itu terbukti bahwa leukosit bergerak lebih cepat bila suhu meningkat, demikian juga dengan banyak fungsi seluler lain. Studi sekarang memperlihatkan IL-1 dan TNF lebih efektif pada suhu yang lebih tinggi.

1 komentar:

rei_chan mengatakan...
thx.. sangat membantu.. :D

Poskan Komentar

Tinggalkan Kritik dan Saran yahh :)
 

PATOFISIOLOGI DEMAM



Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Demam (Febris)

Demam (febris) 

Umumnya dikenal dengan nama demam, adalah suatu reaksi fisiologis tubuh yang kompleks terhadap penyakit yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh diatas nilai normal akibat rangsangan zat pirogen terhadap pengatur suhu tubuh di hipotalamus.

Suhu normal tubuh manusia berkisar antara 36.5-37.2 ˚C. Suhu subnormal yaitu <36.5 ˚C, hipotermia merupakan suhu <35 ˚C. Demam terjadi jika suhu >37.2 ˚C. hiperpireksia merupakan suhu ≥41.2 ˚C. Terdapat perbedaan pengukuran suhu di oral, aksila, dan rectal sekitar 0.5 ˚C; suhu rectal > suhu oral > suhu aksila. 


Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh
Setiap sel yang dalam tubuh memerlukan energi untuk memelihara struktur dan fungsinya. Energi tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsinya. Dalam kegiatan tubuh sehari-hari pemakaian energi dapat melalui kegiatan kerja eksternal (kontraksi otot rangka) dan internal (pemakaian energi oleh seluruh proses biologis di dalam tubuh). Tidak semua energi yang didapat dari nutrient dapat digunakan untuk kegiatan kerja tetapi sebagian akan diubah menjadi energi panas. 


Selama proses biokimiawi dalam tubuh hanya 50% energi dari nutrient yang diubah menjadi ATP selebihnya akan hilang dalam bentuk panas.  Selama pemakaian ATP oleh sel-sel tubuh, 25% lainnya pun akan diubah menjadi panas. Selanjutnya panas yang terbentuk inilah (produksi panas internal) dan ditambah perolehan panas yang didapat dari lingkungan eksternal tubuh yang membentuk kandungan seluruh panas tubuh (suhu inti tubuh). Bila kandungan panas tubuh melebihi batas toleransi maka tubuh akan berupaya mengeluarkan panas melalui kulit  dan penglepasan panas melalui air keringat maupun melalui paru-paru.
Reaksi kimia didalam tubuh diatur oleh katalisator yang berupa enzim. Enzim umumnya berupa protein. Enzim akan bekerja dengan baik pada pH dan suhu yang optimal. Pada suhu diatas 42 C enzim akan mengalami denaturasi, sedangkan pada suhu rendah kecepatan produksi tenaga tidak akan memenuhi kebutuhan tubuh seperti pada suhu 37 C.
Pengaturan suhu tubuh terjadi secara terpadu di hipotalamus bedasarkan sinyal yang diterima dari kulit dan suhu inti tubuh. Bila termoreseptor di kulit menerima rangsang dingin maka neuron yang sensitive terhadap dingin akan meneruskan ke hipotalamus. Bila akumulasi di hipotalamus sudah melebihi batas minimal yang dapat ditoleransi maka tubuh akan mengadakan adaptasi perilaku, aktivasi saraf motorik (kontraksi otot rangka seperti menggigil),saraf simpatis (vasokonstriksi pembuluh darah). 
Bila termoreseptor di kulit menerima rangsang panas maka neuron yang sensitive terhadap panas akan diteruskan ke hipotalamus. Bila sudah melebihi batas maksimal yang dapat ditoleransi maka tubuh mengadakan adaptasi perilaku, aktivasi saraf simpatis seperti vasodilatasi pembuluh darah dan merangsang kelenjar keringat.


Mekanisme Demam
Tujuan dari pengaturan suhu adalah mempertahankan suhu inti tubuh sebenarnya pada set level 37˚C. Demam (pireksia) merupakan keadaan suhu tubuh meningkat melebihi suhu tubuh normal. Apabila suhu tubuh mencapai ±40°C disebut hipertermi.

Etiolgi
Gangguan otak atau akibat zat yang menimbulkan demam (pirogen) yang menyebabkan perubahan “set point”. Zat pirogen ini bisa berupa protein, pecahan protein, dan zat lain (terutama kompleks lipopolisakarida atau pirogen hasil dari degenerasi jaringan tubuh yang menyebabkan demam selama keadaan sakit). Pirogen eksogen merupakan bagian dari patogen, terutama kompleks lipopolisakarida (endotoksin) bakteri gram (-) yang dilepas bakteri toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu.

Patofisiologi 
Ketika tubuh bereaksi adanya pirogen atau patogen. Pirogen akan diopsonisasi (harfiah=siap  dimakan) komplemen dan difagosit leukosit darah, limfosit, makrofag (sel kupffer di hati). Proses ini melepaskan sitokin, diantaranya pirogen endogen interleukin-1α (IL-1α), IL-1β, 6, 8, dan 11, interferon α2 dan γ, Tumor nekrosis factorTNFα (kahektin) dan TNFβ (limfotoksin), macrophage inflammatory protein MIP1. Sitokin ini diduga mencapai organ sirkumventrikular otak yang tidak memiliki sawar darah otak. Sehingga terjadi demam pada organ ini atau yang berdekatan dengan area preoptik dan organ vaskulosa lamina terminalis (OVLT) (daerah hipotalamus). Pirogen endogen ini setelah berikatan dengan reseptornya di daerah preoptik hipotalamus, akan merangsang hipotalamus untuk mengaktivasi fosfolifase-A2 yang selanjutnya akan melepaskan asam arakhidonat dari membran fosfolipid dan kemudian oleh enzim siklooksigenase-2 (COX-2) akan diubah menjdi prostaglandin E2(PGE2).
Rangsangan prostaglandin inilah baik secara langsung atau melalui penglepasan siklik AMP menset termostat pada suhu yang lebih tinggi.  Hal ini merupakan awal dari berlangsungnya reaksi terpadu sistem saraf otonom, endokrin dan perubahan perilaku  dalam terjadinya demam. Ketika demam meningkat (karena nilai sebenarnya menyimpang dari set level yang tiba-tiba neningkat), pengeluaran panas akan dikurangi melalui kulitsehingga kulit menjadi dingin (perasaan dingin), produksi panas juga meningkat karena menggigil (termor). Keadaan ini berlangsung terus sampai nilai sebenarnya mendekati set level normal (suhu normal). Bila demam turun, aliran darah ke kulit meningkat sehingga orang tersebut akan merasa kepanasan dan mengeluarkan keringat yang banyak.

Pada mekanisme tubuh alamiah, demam bermanfaat sebagai proses imun. Pada proses ini, terjadi pelepasan IL-1 yang akan mengaktifkan sel T. Suhu tinggi (demam) juga berfungsi meningkatkan keaktifan sel T dan B terhadap organisme patogen. Konsentrasi logam dasar di plasma (seng, tembaga, besi) yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri dikurangi.
Selanjutnya, sel yang rusak karena virus, juga dimusnahkan sehinga replikasi virus dihambat. Namun konsekuensi demam secara umum timbul segera setelah pembangkitan demam (peningkatan suhu). Perubahan anatomis kulit dan metabolisme menimbulkan konsekuensi berupa gangguan keseimbangan cairan tubuh, peningkatan metabolisme, juga peningkatan kadar sisa metabolism, peningkatan frekuensi denyut jantung (8-12 menit¹/˚C) dan metabolisme energi. Hal ini menimbulkan rasa lemah, nyeri sendi dan sakit kepala, peningkatan gelombang tidur yang lambat (berperan dalam perbaikan fungsi otak), pada keadaan tertentu demam menimbulkan gangguan kesadaran dan persepsi (delirium karena demam) serta kejang.

Tipe Demam 

  1. Demam Septik. Suhu badan naik ke tingkat tinggi sekali pada malam hari, lalu suhu turun (masih) di atas normal pada pagi hari. Sering terdapat menggigil, berkeringat. 
  2. Demam Hektik. Suhu badan naik ke tingkat tinggi sekali pada malam hari, lalu suhu turun sampai normal pada pagi hari. 
  3. Demam Remiten. Suhu badan dapat turun setiap hari namun tidak pernah sampai suhu badan normal, namun selisih tak pernah sampai >2 ˚C, tidak sebesar penurunan pada demam septik. 
  4. Demam Intermiten. Suhu badan dapat turun beberapa jam dalam 1 hari. Bila demam terjadi tiap dua hari sekali disebut tersiana dan bila terjadi dua hari bebas diantara dua serangan demam disebut kuartana. 
  5. Demam Kontinyu. Variasi suhu badan yang meningkat sepanjang hari dan tidak berbeda lebih dari 1 ˚C. Jika sampai pada tingkat yang lebih tinggi disebut hiperpireksi. 
  6. Demam Siklik. Demam ditandai dengan kenaikan suhu selama beberapa hari, kemudian diikuti periode bebas demam selama beberapa hari yang kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula. 
Demam kadang dihubungkan pada suatu penyakit, misal abses, pneumonia, infeksi saluran kencing atau malaria; kadang idopatik. Bila demam disertai dengan sakit otot, rasa lemas, tak nafsu makan, mungkin pilek, batuk dan sakit tenggorok biasanya digolongkan sebagai influenza (common cold). Kausa demam selain infeksi, juga bisa akibat toksemia, keganasan, obat, dan gangguan pusat pengatur suhu sentral (heat stroke, perdarahan otak, koma). Hal-hal khusus yang diperhatikan pada demam seperti cara timbul, lama demam, sifat, tinggi demam, keluhan serta gejala lain demam. Demam yang tiba-tiba tinggi, mungkin diakibatkan virus.
Demam Belum Terdiagnosis merupakan keadaan seseorang yang mengalami demam terus-menerus selama 3 minggu dengan suhu badan >38.3 ˚C dan tetap belum ditemukan penyebabnya walaupun telah diteliti selama seminggu secara intensif dengan menggunakan laboratorium dan penunjang medis lainnya. 
Demam Dibuat-Buat (Factitius Fever) merupakan demam yang dibuat seseorang dengan sengaja dengan berbagai cara agar suhu badannya melebihi suhu badan sebenarnya.

Penatalaksanaan Demam 

Demam dapat dihambat dengan cara memutus rangkaian reaksi yang terjadi mulai dari pelepasan pirogen endogen dari sel makrofag, monosit, limfosit dan endotel oleh rangsang pirogen eksogen hingga timbulnya demam.Pemberian Antipiretik: dari sekian banyak obat yang telah diteliti obat penghambat siklooksigenase (Cyclooxygenation inhibition/COX) yang cukup bermakna dan memuaskan sebagai antipiretik.
Obat OAINS seperti aspirin, metamizol, ibuprofen, nimesulid, diclofenak, ketoprofen, indometasin dan sebagainya adalah obat yang dapat menghambat enzim siklioksigenase dak karena itu obat-obat ini dapat digunakan sebagai antipiretik. OAINS selain menghambat Cox-2 juga menghambat COX-1, sehinga menimbulkan efek samping terhadap lambung, ginjal dan trombosit.
Dari sekian banyak obat-obatan antipiretik asetaminofen (paracetamol) adalah paling aman. Di jaringan perifer asetaminofen adalah penghambat siklooksigenase-2 yang lemah, tetapi di otak oleh sistem sitrokrom p-450, asetaminofen ini akan dioksidasi sehingga memiliki sifat penghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) yang kuat.
Metode Fisik: Kompres air hangat-hangat kuku disekitar tubuh diharapkan akan terjadi vasodilatasi dan perangsangan kelenjar keringat sehingga terjadi penglepasan panas yang besar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Ads by Lights%20Cinema%201.5beta
X | i

Vistanaya Ocha On Air